Tahun
Masehi
Tahun
Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari. Satu
kali revolusi bumi memerlukan waktu 365 seperempat hari. Jadi , satu
tahun Masehi sebenarnya 365 seperempat hari. Untuk mempermudah
perhitungan, satu tahun masehi ditetapkan 365 hari. Sisa seperempat
hari dijumlahkan hingga mencapai satu hari. Satuhari itu ditambahkan
dalam tahun masehi setiap empat tahun sekali, yaitu pada bulan
februari. Dengan demikian, setiap empat tahun sekali, satu tahun
masehi memiliki 366 Hari. Satu tahun masehi dibagi menjadi 12 bulan.
Lebih jelasnya dibawah ini
Nama Bulan
|
Jumlah Hari
|
Januari
|
31
|
Februari
|
28 atau 29
|
Maret
|
31
|
April
|
30
|
Mei
|
31
|
Juni
|
30
|
Juli
|
31
|
Agustus
|
31
|
September
|
30
|
Oktober
|
31
|
November
|
30
|
Desember
|
31
|
Jadi
|
hari
|
Jumlah
|
365 atau 366
|
Dalam
tahun masehi, orang mengenal istilah tahun biasa dan tahun kabisat.
Tahun biasa berjumlah 365 hari, sedankan tahun kabisat jumlah harinya
366 dan februari memiliki 29 hari.
Ada
dua syarat mengetahui tahun
Kabisat, Yaitu:
- Untuk angka tahun biasa, tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4. Contohnya 2000, 2004 dan 2008
- Untuk angka tahun abad, tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 400. Contohnya, tahun 1200,1600,Dan 2000.
Semoga
Bermanfaat> amin






0 komentar:
Posting Komentar